Genangan Air Rendam Fasilitas Publik Bagansiapiapi: Warga Desak Perbaikan Drainase

Bagansiapiapi,Zadanews.com – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur Kota Bagansiapiapi selama lebih dari delapan jam telah menyingkap rapuhnya sistem drainase di Ibukota Kabupaten Rokan Hilir.

Genangan air tidak hanya diruas jalan protokol, tetapi juga mulai merambah ke sejumlah fasilitas publik vital, instansi pemerintahan, hingga lembaga pendidikan pada hari selasa (03/03/2026).

Berdasarkan pantauan di lapangan, beberapa titik krusial yang terdampak genangan air, ruas jalan utama,jalan sumatra serta Sekolah TK Al Ikhlas, SDN 005, SMA Negeri 1 Bangko, RSUD Dr. RM Pratomo, Kantor Dinas Perindagsar.

Kegagalan sistem drainase menampung debit air dan potensi hambatan di hilir (muara).

Durasi hujan yang hanya berlangsung sekitar delapan jam namun mampu melumpuhkan titik-titik vital kota dianggap sebagai bukti nyata bahwa infrastruktur drainase saat ini sudah tidak lagi mampu menampung debit air hujan.

Ewin, salah seorang warga Bagansiapiapi, mendesak Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir melalui dinas terkait Dinas perkim dan DLH untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh jalur pembuangan air di pusat kota.

Menurutnya, penanganan di area sensitif seperti rumah sakit dan sekolah harus menjadi prioritas utama agar layanan publik tidak lumpuh total setiap kali cuaca buruk melanda.

“Kami menuntut tindakan nyata, bukan sekadar pembersihan seremonial saat banjir sudah terjadi. Pemerintah harus segera melakukan pembersih parit dan sampah yang menutup,pengerukan sedimen dan normalisasi saluran air secara menyeluruh dari hulu ke hilir,” tegas Ewin.

Mengingat posisi geografis Bagansiapiapi, efektivitas pintu air dan kesiapan pompa pembuangan menuju muara harus dipastikan berfungsi 24 jam, terutama saat intensitas hujan tinggi bersamaan dengan pasang air laut.

Lebih lanjut, ia berharap ada keseriusan dari pemerintah daerah dalam membenahi tata ruang air. “Jangan sampai Bagansiapiapi terus-menerus ‘tenggelam’ setiap kali musim hujan tiba hanya karena masalah klasik yang sama setiap tahunnya tanpa ada solusi permanen,” pungkasnya.

Related posts