Rohil,zadanews.com – Wajah ibu kota Kabupaten Rokan Hilir, tepatnya di Jalan Pesisir Batu Enam, kini dihiasi pemandangan memprihatinkan,Lautan sampah terpantau meluap hingga ke bahu jalan di dua titik berbeda, memicu polusi udara berupa bau busuk menyengat yang mengganggu pengguna jalan dan warga sekitar.
Kondisi ini merupakan dampak langsung dari lumpuhnya pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Berdasarkan investigasi di lapangan, pada tanggal 30 Maret 2026, sistem pengelolaan sampah di lokasi tersebut terhenti total akibat rusaknya seluruh armada alat berat.
Empat Alat Berat Menjadi “Bangkai” Dari total empat unit alat berat yang seharusnya berfungsi untuk menata dan menggeser tumpukan sampah, tiga unit di antaranya sudah lama rusak dan dibiarkan terbengkalai menyerupai barang rongsokan.
Ironisnya, satu unit terakhir yang sebelumnya menjadi tumpuan satu-satunya juga dilaporkan mengalami kerusakan fatal sejak sebelum malam pergantian tahun baru kemarin. Hingga memasuki akhir Maret, belum ada upaya perbaikan nyata dari instansi terkait.
“Kami hanya melihat sampah terus meninggi dan meluber tanpa ada alat yang mampu menggesernya ke bagian belakang TPA. Kerusakan ini sudah terjadi sejak sebelum tahun baru, tapi sampai sekarang tidak ada tindakan,” ungkap salah seorang Masyarakat kecamatan Bangko Sien.
Lumpuhnya seluruh alat berat selama berbulan-bulan ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.
Sien,sangat disayangkan untuk Anggran di dinas tersebut cukup besar, ini jadi mempertanyakan transparansi dan realisasi anggaran pemeliharaan alat berat pada Dinas Lingkungan Hidup.
Sangat tidak masuk akal jika sebuah instansi penting dibiarkan tanpa armada fungsional dalam waktu yang sangat lama, sementara anggaran daerah dialokasikan setiap tahunnya untuk pemeliharaan aset-aset tersebut.
Luberan sampah yang kini sudah mencapai badan Jalan Pesisir tidak hanya merusak estetika kawasan perkantoran Batu Enam, tetapi juga menjadi ancaman kesehatan serius.
Selain bau tak sedap yang terbawa angin hingga ke pemukiman, tumpukan sampah yang tidak terkelola ini berpotensi mencemari tanah dan air di sekitarnya.
Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dan pihak berwenang untuk segera turun tangan mengaudit pengelolaan dana perawatan alat berat di DLH serta segera melakukan langkah darurat guna mengatasi darurat sampah ini sebelum dampak lingkungan semakin meluas.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rohil, Suwandi, mengakui bahwa alat berat milik DLH saat ini dalam kondisi rusak parah dan sedang dalam proses perbaikan.
Mudah-mudahan besok alat berat yang disewakan sudah berkerja membersihkan samapah. “Alat berat kita yang rusak ada 3 unit, PC 200 2 unit, dan PC 75 1 unit,” katanya saat dikonfirmasi awak media 31 maret 2026.
