Bagansiapiapi,Zadanews.com — Dengan tidak beroperasinya SPBU milik kabupatan Rokan Hilir yang menambah persoalan panjang terhadap persoalan yang ada.
Seharusnya SPBU BUMD Milik pemda ini hadir beroperasi dengan membuka SPBU untuk menjual BBM yang berlokasi dibatu 4 kecamatan bangko kabupaten Rokan Hilir, (25/03/2026).
Hal ini disampaikan oleh Maston wakil ketua DPRD Rohil dikatakannya , kelangkaan minyak BBM khususnya dibagansiapi api Penutupan SPBU yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) seringkali memicu keresahan masyarakat , karena mengurangi akses BBM berdampak pada masyarkat sering tidak mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.
Sulit nya BBM hingga lebaran ke 5 membuat silaturahmi dan ekonomi tidak berjalan akibat kelangkaan minyak , harusnya SPBU milik daerah hadir dalam penyediaan minyak untuk masyarakat karena masih ada uang modal (PI ) yang yang bisa dipergunakan
“kita kwatir kalau ini terlalu lama kebutuhan BBM yang tidak terpenuhi akan berdampak sosial khususnya pada masyarakat yang ada dibagansiapapi dan kita berharap penguasaan penuh modal dalam hal ini Bupati Rohil beserta direksi dan pengurus PT. SPRH agar bisa hadir menjadi obat pada masyarakat yang konon katanya BBM mencapai angka 20rb perliter ” rakyat jangan dipersulit lagi mari bersama mencari solusi. Biar agar jangan dikira masyarakat kita hanya tinggal diam Cetusnya.
Berlanjut Kita prihatin dngn masyarakat yang saat ini seharusnya dana PI masih ada kenapa itu tidak menjadi solusi , seharusnya BUMD ambil alih kalau tidak yakin dengan SPBU dan apalagi yang dikhawatirkan
Saya prihatin kenpa ini bisa terjadi dan ini menjadi tanggung jawab kita bersama agar persoalan menjadi lebih ringan serta menjadi solusi seharusnya ini tidak terjadi kepada masyarakat seolah olah ini jangan sampai kita beratkan kepada masyarakat ini adalah bagian tanggung jawab kita bersama
Kita harus lebih antisipasi menghadapi segala kemungkinan yang terjadi dengan dampak geopolitk hingga bisa berdampak di daerah dengan antisipasi seandai nya ada kenaikan harga BBM , ketersedian pangan serta ekonomi di daerah. pemda harus peka dan menyadari dampak yang bisa terjadi lebih luasnya serta mengambil langkah Kedepan.
Semantara itu saat dihubungin direktur pengembangan PT.SPRH tidak menjawab konfirmasi dari awak media ini Namun begitu Redaksi masih membuka Ruang klarifikasi dan konfirmasi terkait tidak beroprasinya SPBU milik SPRH (Redaksi).
