Rohil,Zadanews.com – Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) terus bergerak cepat dalam meningkatkan kualitas hunian dan kesehatan lingkungan bagi masyarakat.
kadis perkim Aulia Putra,ST.MT menyampaikan bahwa meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran daerah, Dinas Perkim tetap optimis menjalankan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati kabupaten Rokan Hilir.
Saat ini tengah fokus menggaet dukungan anggaran dari tingkat provinsi maupun dipusat, terutama untuk program perumahan dan penataan sanitasi modern.ujar Aulia Putra saat diwawancarai di ruangannya, rabu sore 25 februari 2026.
“Kita harus aktif mengejar anggaran di pusat, salah satunya melalui Program Strategis Nasional 3 Juta Rumah, saat ini kami telah mengusulkan rehabilitasi lebih dari 2.800 unit rumah melalui balai ,”.
Dari usulan tersebut, sebanyak 600 unit kini telah terverifikasi melalui validasi data Dinas Sosial dan BPS, yang akan menjadi prioritas pembangunan oleh kementerian pusat. Jelasnya, Aulia putra.
Penataan Kawasan Kumuh Tingkat Provinsi Terkait penanganan kawasan kumuh seluas 5 hingga 10 hektar yang menjadi kewenangan Provinsi, Aulia mengapresiasi langkah cepat tim teknis Provinsi Riau yang telah turun ke lapangan untuk melakukan perencanaan teknis.
Sementara itu,penanganan kawasan kumuh rehabilitasi rumah juga usulan ke tingkat pusat, pihaknya tengah merampungkan seluruh dokumen administratif yang diperlukan.
Selain hunian, fokus utama Dinas Perkim adalah modernisasi sistem sanitasi, pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) ia menggelar rapat koordinasi strategis yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk mensinkronkan langkah pembangunan.
Rapat tersebut dihadiri oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas PUPR Rohil, Dinas Kesehatan Rohil, Dinas Sosial, Dinas Lingkungan Hidup,bersama Camat, Lurah, Penghulu, serta tokoh masyarakat.
Salah satu poin dalam rapat koordinasi tersebut adalah rencana modernisasi sistem sanitasi,Dinas Perkim secara resmi mengusulkan pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) yang direncanakan berlokasi di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA),tegasnya Aulia.
Langkah ini diambil untuk mengakhiri sistem penyedotan manual yang selama ini dilakukan, sekaligus menjadi solusi jangka panjang bagi kesehatan lingkungan.
Melalui koordinasi lintas sektor ini, diharapkan program-program strategis seperti pengentasan kawasan kumuh, pembangunan jaringan air bersih, rumah layak huni dan pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) yang dapat terealisasi secara maksimal sepanjang tahun 2026 hingga 2028 mendatang, pungkasnya.
