Rohil,zadanews. com — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Rokan Hilir memberikan klarifikasi resmi terkait beredarnya video di grup WhatsApp dan media sosial mengenai dugaan perundungan (bullying) terhadap seorang siswa berinisial R di SDN 005 Balam Jaya, Kecamatan Balai Jaya.
Kepala Disdikbud Rokan Hilir, M. Nurhidayat, menegaskan bahwa informasi perundungan yang terjadi di SDN 005 Balam Jaya tersebut tidak benar. Ia menjelaskan bahwa siswi yang bersangkutan memang sudah dalam kondisi sakit sejak pertama kali pindah ke sekolah tersebut.
“Kami pastikan tidak ada aksi bullying terhadap ananda R di SDN 005 Balam. Sejak masuk sekolah ini, yang bersangkutan sudah dalam kondisi sakit sehingga pihak sekolah memberikan kebijakan belajar secara daring (online) hingga ia naik ke kelas 5,” ujar M. Nurhidayat.
Senada dengan Kadisdikbud, Kepala SDN 005 Balam Jaya, Partinah, membeberkan kronologi medis siswi tersebut untuk meluruskan persepsi publik. Ia menjelaskan bahwa R adalah siswa pindahan dari Jambi yang masuk ke SDN 005 pada Januari 2025 (Kelas IV Semester II).
“Baru masuk dua minggu, siswa tersebut tidak masuk sekolah. Saat kami hubungi, orang tuanya mengatakan kaki anaknya lemas. Ketika dibawa ke sekolah, kami terkejut melihat kondisi kakinya melepuh dan tidak berfungsi. Orang tua menjelaskan bahwa luka tersebut akibat kejadian bullying di sekolah sebelumnya, di mana kakinya diinjak oleh teman laki-lakinya,” jelas Partinah.
Pihak sekolah kemudian memfasilitasi R untuk belajar dari rumah agar pengobatannya maksimal. Kondisinya sempat membaik saat naik ke kelas 5, di mana R sudah bisa beraktivitas seperti biasa dengan pengawasan guru dan orang tua.
Namun, kondisi R kembali menurun setelah libur Lebaran. Berdasarkan keterangan orang tua, setelah berlibur ke pantai dan mengonsumsi kepiting, kaki R kembali melepuh dan lemas. Pihak sekolah, guru, dan rekan siswa juga telah menjenguk R pada Senin (13/4/2026).
“Orang tua menjelaskan bahwa kaki R sebenarnya dipasangi selang oleh dokter untuk melancarkan pembuluh darah. Kondisinya kembali drop diduga karena kelelahan,” tambah Partinah.
Saat ini, R tengah menjalani perawatan intensif. Setelah sempat dirawat di RS Awal Bros Bagan Batu pada 23 April 2026, pasien akhirnya dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru pada hari ini, Jumat (24/4/2026), untuk penanganan lebih lanjut.
Pihak Disdikbud Rohil mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh video yang beredar tanpa mengetahui fakta sebenarnya, serta meminta doa untuk kesembuhan ananda R agar dapat kembali beraktivitas
