Bagansiapiapi,Zadanews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rokan Hilir Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Bencana sebagai langkah strategis menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tahun 2026.
Fokus utama rapat ini adalah menyatukan persepsi dan tindakan seluruh elemen pemerintahan dalam menghadapi siklus iklim ekstrem.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Rokan Hilir, Syafnurizal, menjelaskan bahwa berdasarkan pantauan data meteorologi, fenomena El Nino diperkirakan akan melanda mulai akhir April hingga September 2026.
”Kita harus mewaspadai siklus El Nino tahun ini. Diprediksi akan terjadi kenaikan permukaan air sekitar 2 milimeter dengan kondisi cuaca yang sangat panas. Puncaknya diperkirakan pada September 2026, di mana suhu udara bisa mencapai 40 derajat Celcius,” ujar Syafnurizal saat diwawancarai awak media usai rapat koordinasi.

Alhamdulillah sampai hari ini kabupaten Rohil Nihil karhutla,meskipun saat ini Rohil masih berstatus Nihil Karhutla, BPBD telah menetapkan masa siaga mulai Februari hingga November 2026.
Syafnurizal menegaskan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi di lapangan untuk menentukan langkah pencegahan selanjutnya.
”Artinya, dari Februari sampai November kita tetap siaga. Apabila nanti terjadi peningkatan kasus, kita akan segera mengeluarkan SK Penanganan Karhutla sebagai dasar percepatan penanggulangan,” tambahnya.
Untuk itu BPBD Rohil mencatat terdapat 14 kecamatan di wilayah pesisir yang masuk dalam kategori rawan karhutla, mencakup kurang lebih 50 kepenghuluan.
Mengingat luasnya wilayah yang mudah terdampak, koordinasi antara Pemerintah Daerah, TNI, Polri, pihak kecamatan, hingga kepenghuluan menjadi kunci utama dalam melakukan deteksi dini.
Untuk memastikan akurasi data di lapangan, BPBD Rohil mengandalkan teknologi mutakhir melalui pemantauan satelit secara harian dari mulai pagi siang hingga malam.
“Kami memperkuat pengawasan dengan menggunakan satelit SIPONGI dan BRIN. Hasil pantauan ini diperkuat dengan patroli rutin bersama personel TNI dan Polri di titik-titik koordinat yang terdeteksi,” tegasnya.
Menanggapi arahan dari Wakil Bupati, Kapolres, dan Sekda, Kalaksa BPBD Rohil mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Ia menekankan pentingnya menjaga alam melalui kearifan lokal. “Jaga alam ini, insya Allah alam akan menjaga kita,” pesannya.
Terkait kesiapan anggaran, Syafnurizal mengakui bahwa ketersediaan anggaran daerah saat ini masih terbatas. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan langkah koordinasi.
“Anggaran memang ada namun terbatas,jika nantinya kondisi meningkat menjadi status darurat, kita akan segera berkoordinasi dan meminta dukungan bantuan dari pemerintah pusat,” pungkasnya. (Adv/BPBD Rohil).
